^Kembali Ke Atas

Ujian hidup yang berat ada 3 yaitu istri/ suami, harta, dan anak. Jika kita tidak pandai bersyukur hanya membandingkan dengan kehidupan orang lain, maka manusia tidak akan pernah bersyukur. Selain membandingkan dengan kehidupan orang lain, manusia juga tidak akan hidup tentram karena cinta dunia yang berlebihan, cita-cita yang berlebihan, serta hati yang keras. Semua manusia pasti menghendaki kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebagai umat islam yang beriman, dengan semua yang melekat pada kita, baik berupa nikmat kesenangan atau ujian yang ada, pasti kita tidak bisa menghindar dari ketetapan Allah SWT, karena Allah SWT memberikan nikmat dan ujian kepada manusia tidak akan salah ataupun tertukar antara satu dengan yang lainnya. Itu semua adalah wujud cinta Allah SWT kepada umatnya, dengan tujuan sebagai peringatan dan untuk mengatahui seberapa kuat kadar iman makhluk-Nya. Melalui semua ujian dan nikmat itu akan menjadikan manusia menyadari apa arti kehidupan sebenarnya, maka dari itu kita dalam menghadapai dan menyikapi ujian dengan cara yang dicontohkan Rosul SAW.
Seperti halnya peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu ujian besar keimanan kaum muslimin. Dari sekian umat Islam yang paling teguh keimanannya terhadap peristiwa ini adalah Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu sehingga mendapatkan gelar As-Siddiq.
Isra’ sendiri adalah diperjalankannya Nabi agung Muhammad Saw sejauh 1239 km dari Makkah ke Masjidil Aqsha dalam semalam. Sedangkan Mikraj adalah perjalanan Nabi Saw melewati langit ketujuh dan Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah Swt.