
RSIAMALSEHAT.COM. Kandungan Q.S. Al-Imran ayat 190 menyerukan manusia untuk memperhatikan dan memikirkan kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan alam semesta beserta segala isinya. Sungguh terdapat tanda-tanda kebesaran Allah Azza wa Jalla dalam proses penciptaan dan penjagaan langit, bumi dan apa yang ada diantara keduanya bagi orang-orang yang berfikir. Melihat indahnya pemandangan alam yang memanjakan mata seperti: hamparan sawah, pegunungan, pantai, pergantian siang dan malam yang ditandai dengan berpijarnya sinar matahari dan gemerlapnya bintang di malam hari, perubahan musim, dan segala keanekaragaman di bumi yang terjadi secara otomatis dan presisi menjadikan orang-orang semakin mengagungkan kuasa Ilahi. Seyogyangya manusia merasa kecil dan hina dibandingkan dengan kuasa Al-Khaliq. Hendaklah kita bersegera meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Menyelaraskan Aktivitas Berdzikir dan Berfikir
Dzikir merupakan salah satu bentuk ibadah yang diidentikkan dengan kalimat thayyibah, seperti: bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Padahal, hakikat dzikir yang sebenarnya adalah segala bentuk ibadah yang mampu mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. Oleh karenanya, tindakan berfikir sesaat (bertafakkur) yang dilakukan oleh seorang demi kemaslahatan umat dan demi memperjuangkan agama Islam bisa saja mendapatkan pahala yang lebih baik dibandingkan dengan ibadah sunnah 1000 rakaat. Alkisah, pada jaman Nabi Musa as pernah terjadi peristiwa dimana seorang ahli ibadah bertanya kepada Allah SWT di tingkatan surga apa dia akan ditempatkan. Namun, karena kesombongan yang membuat dia merasa pantas untuk dimasukkan ke surga ini membuat Allah SWT justru hendak memasukkannya ke neraka. Ketika orang tersebut berfikir sejenak dan meminta agar badannya diperbesar sampai menutup pintu neraka sehingga tidak ada orang lain yang bisa memasukinya maka seketika itu Allah SWT memberikan rahmat dan menempatkan si fulan di surganya Allah SWT.