Pada hari Senin, 26 Pebruari 2018, RS Islam Amal Sehat Sragen menyelenggarakan Pengajian Lapanan bersama Ustadz KH. Ma’sum Abi Dardak dari Pesantren Salamah Wal Barakah, Tanon, Sragen. Dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan bahwa ada dua nikmat yang diberikan kepada manusia namun kita justru rugi apabila tidak memanfaatkan dengan baik, yakni nikmat sehat dan kesempatan. Sebagai contohnya adalah kesempatan melaksanakan shalat tepat waktu, namun kita justru menyibukkan diri kita dengan urusan duniawi. Sudah seharusnya saat mendengar panggilan Adzan, kita tinggalkan sejenak rutinitas kita untuk mengingat Allah SWT sebagai wujud syukur dan ketaatan kepada-Nya. Seyogyanya, kita mengisi waktu kita dengan hal-hal baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits agar kita mendapat rahmat dan keberkahan dari Allah Azza wa Jalla.

Ketika kita sedang jalan-jalan dan melihat taman surga di dunia, kita dianjurkan untuk segera merapat dan duduk disitu. Para sahabat terheran dan bertanya, “Lalu, dimanakah taman surga di bumi?” Taman surga yang disebutkan mengacu pada kumpulan yang digunakan untuk membaca dzikir. Yang dimaksud dengan membaca dzikir disini adalah ‘mengingat Allah SWT’. Berikut dipaparkan tentang majelis dzikir yang harus dihidupkan agar hidup kita selamat dunia akhirat.


1. Shalat
Shalat merupakan sarana untuk mengingat Allah SWT. Apabila kita sudah memahami hakikat shalat, maka kita akan selalu menantikan waktu shalat dan menjalankan shalat kita dengan sebaik-baiknya. Hati kita akan merasa tenang dan tenteram dengan menjalankan shalat sehingga aktiftas yang bersifat ruhani ini memiliki keterkaitan dengan baiknya kondisi jasmani dan psikis seorang hamba. Hal ini menyebabkan shalat, sebagai salah satu taman surga, tidak hanya kewajiban yang harus dijalankan seorang mukmin namun merupakan kebutuhan setiap hamba. Hal ini dianalogikan ‘ikan dan burung’. Ikan yang hidup di air tidak akan melompat ke darat karena air merupakan habitat asli dan ditempat itulah semua kebutuhan ikan terpenuhi. Sedangkan burung walau hidup di sangkar emas dengan makanan dan minuman yang berlimpah akan lebih memilih untuk hidup bebas di alam lepas.

Shalat merupakan kunci utama agar kita bisa masuk surga. Shalat berjama’ah adalah sebaik-baiknya shalat karena banyak nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya. Dengan shalat berjama’ah, pahala semua jamaah dinilai sama sehingga apabila dalam jamaah tersebut terdapat imam atau ada 1 makmum yang memiliki tingkat kesalihan yang tinggi maka pahala shalat kita akan sama dengan mereka. Seorang alim apabila shalat munfarid pahalanya hanya 1, namun apabila shalat berjamaah pahala akan dilipatgandakan 27 derajat. Maka tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan shalat berjama’ah.

2. Dzikir bil Lisan
Membiasakan diri melafalkan dzikir adalah cara ke-dua mengingat Allah SWT. Dzikir bil Lisan banyak macamnya, seperti: Takbir, Tahmid, Tahlil, Tasbih, dan Istighfar. Begitu banyak fadhilah dari membiasakan diri membaca dzikir, diantaranya: mendapatkan ketenangan hati, mampu melunakkan hati yang keras, membuka pintu rejeki, menghapus dosa dan kesalahan, meninggikan derajat di sisi Allah SWT, menjadikan hidup lebih hidup, mendapat perlindungan Allah SWT pada hari Kiyamat, diingat oleh Allah SWT dan diliputi rahmat-Nya, dll. Bahkan, orang yang berhasil melafadzkan Tahlil “La Ilaha Illallah” sebelum meninggal, orang tersebut dijamin masuk surga.

3. Mengaji
Yang dimaksud dengan mengaji disini adalah mendatangi majelis ilmu untuk menambah pengetahuan agama. Minimal 1 bulan sekali kita harus mengaji, apabila dalam 40 hari kita sama sekali tidak terisi ilmu agama maka hati akan menjadi keras dan gelisah. Menjadi orang yang berilmu memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT,

...Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Mujadilah: 11)

Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga, “Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Dari paparan di atas, jelas bahwa sebagai seorang hamba yang beriman maka kita harus senantiasa mengingat Allah Azza wa Jalla dengan mengamalkan majelis dzikir, baik itu melalui shalat, dzikir bil lisan, dan mengaji. Isilah waktu kita dengan ibadah yang baik. Sesungguhnya, perkataan dan perbuatan yang baik yang kita lakukan akan kembali kepada kita. Pun dengan keburukan sebesar biji zarrah yang kita lakukan selama di dunia ini akhirnya akan mendapatkan balasan baik secara langsung di dunia maupun di akhirat. (nevi/cs)

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive